Kartu Ucapan Idul Fitri yang Kian Terpinggirkan

- 5:09 PM

NEW DELHI - Perayaan Idul Fitri memiliki banyak bentuk dalam setiap masyarakat. Biasanya, pada akhir Ramadhan, pasar di negara mayoritas Muslim akan menjual perlengkapan perayaan Idul Fitri seperti gula, pakaian, gelang, mehendi dan sebagainya.


Namun, pada masa sekarang tradisi mengirim kartu Lebaran sudah mulai menghilang beberapa tahun terakhir. Sebagian besar keluarga lebih memilih menulis dan mengirim kartu ucapan Idul Fitri kepada teman dan keluarga melalui pesan singkat atau media sosial.

Dalam era digital, orang lebih memilih untuk mengambil rute yang lebih cepat untuk menyapa satu sama lain. Pada malam hari Idul Fitri, mereka mengirimkan pesan teks.

Seperti dilansir dari Scroll.in, Senin (20/7), sebenarnya mengirim kartu merupakan hal yang menarik. Beberapa orang pun tertarik dan mengoleksi kartu ucapan dari beberapa masa.

Seperti seorang pembuat film, penulis dan arsip yang berbasis di Delhi yang menjalankan arsip Tasveer Ghar, Yousuf Saeed, seorang insinyur Dallas yang berbasis di AS, penulis dan kolektor antik Ally Adnan dan Omar Khan yang menjalankan Imagesofasia com. Mereka semua mengoleksi kartu pos vintage dan litograf.

Di India, tradisi mengirim kartu ucapan di Idul Fitri dimulai pada akhir abad ke-19 ketika kartu mulai dicetak massal. Meskipun beberapa keluarga Muslim kaya terus mengirim kartu yang  mereka produksi sendiri, kadang-kadang dengan kaligrafi dan dihiasi pesan ucapan artistik.

Kecenderungan mengirim kartu mungkin didorong oleh perluasan jaringan kereta api, yang telah meningkat menjadi 25 ribu km pada 1880 dari hanya 34 km pada 1853, ketika layanan kereta penumpang pertama diresmikan di India.

Dengan perluasan kereta api, orang-orang mulai bepergian jauh dari rumah mereka, untuk pekerjaan dan bisnis. Hal ini juga meningkatkan layanan pos. Selain itu, fasilitas pencetakan canggih meningkatkan kualitas kartu.

Advertisement


EmoticonEmoticon

loading...
 

Start typing and press Enter to search